Bunga aster

Bunga aster

Bunga Aster dengan Keindahannya tentu sudah tidak asing lagi. jika kita berbicara soal warna – warni bunga ini. Tidak heran jika bunga yang satu ini menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikannya sebuah bunga potong. Akan tetapi jika bunga aster ini ditanam di halaman rumah pun tak mengapa.

Bunga potong banyak di gunakan atau seringkali hadir di dalam berbagai kegiatan yang formal. Dengan beragam jenis bunganya, sesuai kepada tema suatu acara. Tidak hanya jenis bunganya saja, akan tetapi warna dari bunganya pun ikut berperan penting dalam menentukan suatu jenis kegiatan yang terselenggara tersebut. pada sebuah perayaan valentine, kebanyakan orang mencari warna bunga pink atau lebih banyak lagi yang mencaru warna merah. Dan pada hari perayaan imlek, atau hari tahun baru china ini bunga yang berwarna merah ini amat banyak dicari.

Pada saat acara pesta pernikahan, keluarlah  warna-warni bunga, seperti warna putih, merah, ungu, dan kuning. Untuk sebuah peristiwa kematian atau telah meninggalnya saudara atau kerbat dekat kita, membutuhkan bunga yang berwarna ungu dan bunga berwarna putih. Dan pada saat Pesta ulang tahun atau peresmian suatu kantor dan lembaga dan pula pada saat serah terima jabatan, ataupun launching suatu produk yang baru, pada umumnya orang – orang menggunakan bunga yang  berwarna putih, merah, dan kuning.

pada umumnya Bunga yang sering digunakan untuk berbagai acara yaitu adalah bunga aster yang sangat konfensional ini. Bunga aster satu ini punya kelebihan dan keunggulan, karena bunga aster ini bisa hadir pada setiap acara ataupun kegiatan. karena bunga yang satu ini punya warna bermacam warna, tergantung kepada jenisnya, warna – warni bunga aster ini juga dikembang biakan dengan cara usaha mengintroduksi macam – macam varietas dari Eropa, asia dan Amerika. Dan begini penjelasan jenis aster dengan warna bunganya:

– Aster chinensis tipe Princes, warna bunga merah muda, biru muda, biru tua, kuning muda, dan putih.
– Aster chinensis tipe Amerika, warna bunga biru, merah lembayung, merah muda, merah, dan putih.
– Aster chinensis tipe Liliput, warna bunga putih, merah muda, merah tua, dan biru.
– Aster chinensis tipe Giant Cornet, warna bunga merah muda, merah tua, dn putih
– Aster novae-angliae, warna bunga violet muda.
– Aster incisus, warna bunga violet dan kebiruan.

 

Baca Juga : Jenis – Jenis Bunga untuk anniversary yang menarik

 

Hampir Menyerupai Bunga Krisan

Tanaman Bunga aster atau bisa disebut “Callistepus chinensis” ini yang banyak ditanam di negeri kita adalah bunga aster yang berasal dari negara Cina. Negara Cina ini banyak yang mengatakan sebagai negara nenek moyang tanaman aster atau tempat dimana tanaman bunga aster ini tumbuh, menurut sejarah nama aster berasal dari kata “a star”, Kenapa? mungkin karena penampilan bunganya yang menyerupai kepada bentuk bintang, dari berbentuk melingkar sampai dengan menyerupai cakram atau cakar. kelopak bunga yang tersusun membentuk lingkaran dan tangkai bunganya ada yang pendek atau kecil dan ada juga yang memanjang. dan ukuran suatu bunga aster ini bervariasi diantara diameter 4-7 cm.

Secara tak kasat mata, terkadang kita sulit membedakan antara bunga aster dengan bunga krisan. Dari Tampilan visualnya atau tampilan secara langsung kedua bunga hias ini hampir sama. Namun, jika dilihat lebih cermat dan lebih diperthatikan secara detail, kita akan mengtahui. Daun aster mempunyai warna yang hijau dan berbentuk seperti lanset, tidak lebar, dan di tepi daun bunga aster ini agak bergigi atau lancip. Tinggi tanaman aster ini juga bervariasi dan beragam, tergantung kepada jenis atau varietasnya, yaitu sekitar 20 cm (Aster tipe asian) sampai 75 cm (Aster Amerika). Tanaman aster ini tumbuh merumpun dalam sekala besar dan bercabang.

Tempat yang ideal untuk bercocok tanam tanaman aster ini adalah di tempat ketinggian dengan sirkulasi udara yang sejuk  yaitu daerah pegunungan. sebab di daratan rendahpun tanaman bunga aster ini bisa tumbuh juga. Bunga Aster ini sendiri sangat menyukai tempat yang terbuk yang mempunyai sirkulasi udara yang besar. Itu berarti, tanaman bunga aster yang biasanya dijadikan bunga potong, akan tampil cantik dan indah sebagai suatu penghias halaman rumah kalian.

PEMBIBITAN DAN MEDIA TANAM

Carilah toko atau kios pertanian terdekat dari rumah anda. Lalu kemduian Anda bisa membeli bibit – bibit tanaman aster. Sebelum bibit tersebut dituai, sediakanlah sebuah tempat persemaian yang telah berisikan media tanam. Media tanam ini berupa hasil campuran dari sebongkah tanah halus, pasir dan pupk kompos. lalu Sirami bibit itu dengan air. Buatlah larikan dalam sebuah tempat persemaian tersebut, lalu tuai lah bibit – bibit tersebut. dan Tutuplah menggunakan media tanam tanah. dan bibit -bibit pun akan berkecambah atau menuai, dan pada akhirnya kita akan mendapatkan sebuah bibit aster yang tulen. apabila bibit aster ini memiliki daun dengan jumlah 4 – 5 helai, mempunyai tingginya sekitar 10 – 15 cm, hal itu menunjukan bahwa berarti bibit aster ini siap ditanam di halaman anda.

Tanah halaman juga perlu diolah. Buatlah media tanam dengan cara mencangkul dan biarkan selama 2 minggu atau 14 hari, lalu lakukan lagi pencangkulan, lalu Buatkan bedengan dengan ukuran lebar 100 – 200 cm, lalu taburkan pupuk kandang di atas bedengan sebanyak 2 kg per meter persegi.

Kini, saatnya bibit ditanam. Caranya, buat lubang tanam, lalu bibit ditanam secara tegak pada lubang tersebut. Padatkan tanah di sekitar lubang tersebut, dan pasang penyangga bambu. Waktu tanam biasanya sore hari pada musim penghujan.

Langkah berikutnya adalah perawatan. Pemupukan dilakukan sebulan sekali. Gunakan pupuk NPK (15 : 15 : 15) sebanyak 1 sendok makan (10 gr) per rumpun. Cara pemupukan, masukkan dalam larikan, dengan jarak 10 – 15 cm dari batang tanaman, lalu bumbun lagi.

Oh ya, jangan lupa melakukan pemangkasan pucuk (pinching). Ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan kuncup-kuncup. Dari kuncup-kuncup tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi cabang-cabang samping. Cara pemangkasan pucuk, pangkaslah kuncup terminal pada tanaman yang tingginya sudah mencapai lebih dari 15 cm atau berumur 3 bulan sejak tanam, dengan kondisi memiliki minimal 3 – 4 pasang daun.

Biarkan bekas pangkasan beberapa saat hingga tumbuh tunas-tunas baru. Kemudian teruskan dengan pemangkasan berikutnya, ketika tunas-tunas baru telah tumbuh sekitar 15 – 20 cm. Demikian seterusnya, dan pemangkasan dihentikan bila tanaman aster mulai membentuk bakal bunga.

AWAS MINIRDER DAN PHYTHOPTHORA

Seringkali, tanaman aster mati gara-gara serangan hama. Sebut saja hama ulat minirder. Hama ini termasuk kurang ajar juga. Dia suka bikin lorong-lorong berliku pada daun. Lama-kelamaan, daun pun akan kering dan rontok. Akibat rontoknya daun, proses pembuangan pun amat terganggu. Apa yang bisa dilakukan? Jika serangannya sudah menghebat, semprot dengan insektisida, seperti Curacron 500EC atau Decis 2,5 EC.

Tanaman aster juga sering terjangkit penyakit busuk daun. Penyebabnya jelas, cendawan Phythopthora sp. Semula, cendawan ini menghabisi daun-daun aster, lalu daun tersebut mengering, dan muncul warna cokelat sampai hitam. Celakanya, tanaman bisa menjadi layu, dan akhirnya mati.
Untuk mengatasinya, secara preventif, jagalah kondisi ideal sekitar tanaman aster. Misalnya pembuangan air lancar, tidak terlalu lebat, dan tidak lembap. Kalau tingkat serangan cendawan ini masih dini, potong bagian tanaman yang terserang, kemudian dibuang atau dibakar. Lain halnya jika serangan Phythopthora semakin membabi buta. Segera semprot dengan fungisida. Ada beberapa merek yang mudah didapatkan, seperti Dithane M-45, Scrobat 50WP, atau Kocide 77WP.

PETIK BUNGA DAN MENJAGA KESEGARAN

Kapan kita bisa mulai memetik bunga aster? Biasanya, pada umur 3 – 4 bulan bunga aster sudah dapat dipetik. Tapi, tentu tidak asal petik. Ada aturan mainnya. Idealnya, pemetikan dilakukan 3 hari sebelum bunga mekar penuh atau saat kuntum bunga setengah mekar. Lakukan pemetikan saat cuaca cerah, bisa pagi atau menjelang sore. Untuk memetik, gunakan gunting pangkas. Caranya, pangkas tangkai bunga sepanjang 50 – 70 cm, atau bergantung varietasnya.

Yang perlu diingat, kualitas aster bunga potong sangat ditentukan oleh penampakan yang memikat. Sementara kesegaran setelah dipotong dibatasi oleh waktu. Jadi, apa yang bisa dilakukan?
Kesegaran bunga sangat ditentukan oleh sumber makanan dan antimikroba. Untuk sumber makanan, bisa disediakan gula pasir. Gula tersebut harus bersih dengan kadar padatan terlarut sekitar 98 persen. Kadar ini menunjukkan kandungan sukrosa di dalamnya. Contoh antimikroba antara lain hidrokuinon, hidrokuinolin sulfat, hidrokuinolin sitrat, phisan, perak nitrat, atau perak tiosulfat.

Jadi, jika kita ingin memajang aster di ruang tamu, kebutuhan sukrosanya hanya 3 – 5 persen. Artinya, larutkan 3 – 5 gr gula pasir dalam 100 mil air, dan rendam bunga aster dalam larutan tersebut. Anda juga bisa membeli pengawet komersial, seperti Florissant dan Chrysal AVB. Jadi, jika tadinya aster hanya mampu bertahan seminggu, setelah diberi sumber makanan, kesegarannya akan bertambah minimal seminggu lagi.

Baca Juga : FILOSOFI BUNGA

 

 

Make your moment and “Keep Your Relationship”.

Toko Bunga Jakarta | Florist Jakarta | Toko Bunga Online Jakarta

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Terima kasih sudah mengunjungi TWS Florist. Untuk Info dan Pemesanan silahkan Klik Kontak Dibawah Ini!

Chat with us on WhatsApp